Sunday, March 01, 2009

Just pretending to be innocent hah!

mo..
He loves me I know.
He won't let me being cheated for a long time.
He won't let me know nothing.
Thank you Allah..

I know what's going on.
I just pretend to be innocent.
you, don't you ever feel relieved that I won't know.
I will know, and I know now.

watashi, shiranai wake nai desho!!!!!
kizuita.
what do you want hah? what did I do to you hah?

Saturday, January 24, 2009

Belajar Bersikap Baik

Janji adalah janji,
Janji adalah hutang,
Janji adalah apa yang sudah terucapkan oleh mulut sebagai bentuk dari sebuah komitmen pada saat itu terhadap lawan bicara,
Janji adalah bagian dari memegang sebuah amanah

Menepati janji adalah bagian dari cara membayar hutang,ketika janji adalah sebuah hutang,
Menepati janji adalah bagian dari sebuah profesionalisme,
Menepati janji adalah bentuk dari cara kita mejaga sebuah amanah,
Menepati janji adalah bagian dari cara kita menghargai orang (yang kita beri janji)

Banyak keadaan dimana kita dihadapkan pada keadaan sulit atau bahkan tidak bisa memenuhi janji, tapi selalu ada solusi untuk mengatasi itu.

Konfirmasi.
Adalah hal yang paling mudah dan cepat bagi kita untuk bisa dengan cepat memberi kabar ketika kita sulit/tidak bisa memenuhi janji.

Tetapi apapun itu, intinya, dari diri kita sendiri, sudah harus ada itikad baik untuk bisa dengan maksimal untuk bisa memenuhi setiap janji kita terhadap seseorang.
Tidak boleh menggampangkan sebuah janji.
Menepati janji, adalah bagian dari cara kita bersikap baik terhadap seseorang.
Tidak bisa menepati janji karena menggampangkan sebuah janji? Sering ingkar janji? Berarti dia kurang bisa bersikap baik dan semestinya terhadap orang tersebut.

Salah satu yang bisa aku pelajari dan ambil dari orang2 jepang adalah bagaimana mereka memegang teguh sebuah janji, sebuah amanah. Amanah dalam hal apapun. Dan ironis ketika melihat orang yang seharusnya lebih bisa menjaga amanah karena dia tumbuh dan besar dengan ajaran2 agama yang mengajarkannya tentang amanah, ternyata bisa melalaikan sebuah amanah dan janji dengan gampangnya, segampang dia membalikkan badan.

Sejak dulu, untuk sekali atau beberapa kali di awal aku mungkin masih bisa deal dengan orang bertipe seperti ini. Tetapi untuk selanjutnya, biasanya aku memilih untuk menjauhi atau minimal menghindari berurusan yang berkaitan dengan janji dengan orang tersebut. Mau jadi orang-orang seperti ini yang berikutnya? Jadilah, kalau kamu ingin merugi, bukan karena masalah dijauhi sama aku, itu gak penting, tetapi karena kamu semakin jauh dari keteladanan sang Nabi kalau kamu mengidolakannya, jauh dari predikat al-amin, yang dapat dipercaya.

Friday, January 09, 2009

P*rn

What I categorized as porn in this post is porn film, porn pictures-magazine, any sexual related entertainment, and activities.

All of us knows, laki-laki itu memang pasti secara umum lebih doyan dan suka, atau mungkin bisa disebut penikmat hal-hal yang *maaf* berbau seksual. Aku pernah dapet e-mail di milist, disitu ada perumpamaan kalo digambarkan otak, porsi terbesar yang menguasai otak itu adalah SEX. Aduh, sepertinya masih ada e-mailnya, tapi ribet banget kalo dicari lewat koneksi kantor yang lemot ini. Later I’ll upload if I find it.

Tapi sejauh mana kita harus memberi toleransi atau memaklumi bahwa itu merupakan bawaan dan cetakan biologis dari manusia berjenis laki-laki? mana yang harus dibedakan, antara yang memang bawaan manusiawi, dengan kebiasaan buruk mereka yang overdose menikmati hal-hal begituan dari misalnya: film blue, majalah khusus laki-laki yang gambar2 nya isinya cewek2 miskin semua karena pada ga pake baju, atau minim berpakaian?Tolak ukur di diri mereka masing-masing pun sepertinya berbeda.

Mungkin aku lagi capek aja berurusan dengan beginian. Pembicaraan nyerempet-nyerempet yang sering aku dengar, rekan kerja yang hobi ngirim e-mail gambar2 “aneh” ke rekan yang lain, trus di buka di kantor, dan kebetulan aku duduk di deretan belakangnya sehingga akhirnya jadi keliatan.

Miris rasanya ngeliat perempuan-perempuan itu difoto seperti itu. Kebetulan sepertinya itu orang Indonesia, kalaupun nggak, pokoknya dia ras melayu lah, jenisnya sama. Foto kayak gitu ada karena apa? Karena ada permintaan pasar atas itu? Karena perempuannya mau berfoto seperti itu? Dua-duanya jelas mempengaruhi. Tapi dari dua itu, yang mana akarnya? Semua pasti bisa menjawab dengan argumen sendiri-sendiri.
Belum lagi kasus foto 2 artis Indonesia yang memang terkenal sering berpakaian agak minim itu, beritanya lewaaat.. terus di TV. Opo ra judheg?

Mungkin ada juga perempuan yang menikmati ngeliat begituan. Tapi rasanya kalau buat aku yang perempuan, kok sepertinya ga bisa. Ada rasa *maaf* jijik, sedih, karena ya…obvious lah kalo aku sih,itu bukan untuk diobral sana sini..
Okey, manusia itu beda-beda.

Sekitar setahun yang lalu, aku pernah menanyai teman-teman chat ku yang lagi pada online. Teman-teman chat ku yang cowok pastinya. Tentang ini juga, tapi lebih khusus, tentang porn film. Apa pernah? Seberapa sering? Dan apakah tidak ada cowok di dunia yang ga pernah liat film porn?
Dan.. pernah semua, walaupun ada juga yang karena tidak sengaja, atau intinya bukan niatan mereka menonton film itu. Ehm, mungkin ada yang skeptis dengan pernyataan barusan, tapi let’s just be positive, mungkin memang seperti itu. At least, itu yang mereka kemukakan ke aku.
Waktu itu.. tiba-tiba aja aku nanya kayak gitu ke orang-orang. Aku mendadak ingin tahu dan ingin mencari data n alasan yang lebih kongkrit dan nyata di depan mataku. Sebelumnya, aku juga sempet ngerasa kaget dengan pengakuan seorang teman yang tidak aku nyana-nyana, dia hobi sekali nonton beginian. Mungkin itu menjadi pemicu juga.

Jadi, sejauh mana aku harus memaklumi hal ini sebagai bawaan biologis mereka? Kalaulah aku ini laki-laki, aku pasti tau tolak ukurnya, aku pasti sadar, kalaupun aku gak mau mengakuinya, di hati kecil itu pasti tau, mana yang sebenernya sudah melewati batas. Ingin berusaha berniat baik dengan positive thinking, tapi…

Kalau sudah melewati batas, apa yang bisa menjadi pengontrol? Mungkin harus mempelajari lagi apa itu pengertian dari istilah zina mata dan apa hukumnya, tentu saja, buat yang muslim, untuk yang lain, kebetulan kurang tahu. Begitu?

Niat Baik

Niat baik datang dari hati yang baik, namun tidak selalu dari orang yang baik. Orang yang sedang kurang baik pun ada masanya berhati baik, karena pada dasarnya kita manusia itu baik, punya hati kecil yang tidak bisa dibohongi.

Niat baik sering disalah artikan bahkan tidak dianggap, kalau sudah begini, sering pada akhirnya menyakiti sang empunya niat baik.
Namun niat baik juga sering salah, salah karena dia terlalu baik namun ternyata dimanfaatkan oleh orang yang kurang baik.

To be continue (kalo ga lupa :p)

(January 9th 2009)

Thursday, January 08, 2009

Zionis Laknatullah!

Kepalaku mendadak sakit. Pusing dan terasa berat, pengen menjatuhkan kepala di kasur atau bantal.

Aku bisa browsing di kantor, *Isa san, arigatou!*. Dan pagi ini aku sengaja buka2 situs berita, mencari berita tentang Agresi Israel ke Palestina, lagi, sejak Desember lalu. Korban semakin banyak berjatuhan, beratus-ratus..

I don’t know what to say, gila, gila gila. They’re crazy. I’m not sure if they’re really human or what?! Continuous and repeated attacks, with no considerations of what you attack, if they are children, women, paramedics, or building you bomb is a hospital, school, even mosque. Imagine you live with shadows of dead in every second of it. You feel sleepy but you can’t close your eyes, or you sleep with bomb sounds of lullaby. That is just ridiculous, this is a holocaust.

Semua bisa melihat, itu benar- benar kejahatan perang. Ini bencana kemanusiaan, jangankan atas dasar agama, kamu membela agamamu, kaummu, saudaramu. Manusia tidak beragama pun bisa melihat ini sebagai bencana kemanusiaan, kejahatan perang. Lalu orang2 yang tidak bisa melihat itu? Disebut orang?disebut manusia?

Kemenangan itu akan datang. Semua harus dibayar dengan kemenangan Islam! Kemenangan itu akan datang.. pada waktunya, waktu dimana dunia ini juga akan segera berakhir..

(January 8th 2009)

Wednesday, January 07, 2009

Anak-anak

Last weekend aku main ke rumah Oish di Depok. Kalo di depok, biasanya dan seringnya tujuan dan tempat nongkrongnya itu rumah oish, atau warnetnya.
Nah hari minggu-nya aku di warnet, heheh.. yang tau gimana aku sama komputer dan koneksi internet, pasti paham kalo warnet bisa menjadi “surga dunia”.

Siang-siang, abang2 gorengan lewat, oish dan abang2 di warnet nyebutnya si “ abang goreng sayang” tau knapa bisa gitu, kenapa pake sayang2an sama abang gorengan? Apa karena sering dikasih bonus? Hehehhe..
Kembali ke Lap..Top (*tukul mode: ON), siang itu panas banget, panas yang terik dan dijamin item kalo keluar2, boro2 takut item, kena mataharinya dikit aja berasa panasnya, jadi blom sampe ke takut itemnya, udah bingung kepanasannya. Pas itu abang gorengan lewat, pada pengen beli, pada pengen ngemil, Cuma dari 5 orang yang di warnet waktu itu ga ada yang mau keluar karna males kepanasan, lempar-lemparan sana sini, akhirnya udahlah aku sama bang novan yang keluar, kepanasan dikit, tapi bisa comot2 gorengan langsung kan? hehe..:p. Tapi untungnya si abangnya berhenti mepet di seberang jalan, jadi teduh. Langsung pilih2 gorengan, comot2 dikit, sambil nunggu mendoan-nya oish sama tahu-nya bang febi digoreng, aku tarik aja kursi si abangnya, duduk, trus abang gorengannya ke warung deket situ, nah gantian bang novan sok2 mau jadi tukang gorengan, nggoreng2 mendoan sama tahu sambil mukul2in sodet buat nggoreng ke penggorengannya, n jadinya menghasilkan bunyi khas tukang gorengan “tek..tek..tek..” gitu.

Tau2 dateng segerombolan anak2, sekitar.. 5 orangan gitu, abis maen darimana gitu kali ya, langsung nyamperin ke arah gerobak gorengan, n langsung nyerocos
“ Bang bang, gorengannya 2” sambil mengulungkan uang 1000 ke bang novan.
Yang disodorin duit, langsung ngedrop.. :p dikira tukang gorengan hahaha.. sambil diem aja dengan muka yang ngedrop, n aku yang ketawa2 ngakak disamping, aku masih nunggu reaksi si anak ini juga, ngeh ga ya? Kalo ini bukan tukang gorengan asli nya.. ehh.. si anak masih gak ngeh dong.. masih ngomong lagi..
“ Bang bang, gorengannya 2”
Akhirnya bang novan ngomong juga,
“Bukan yang ini, itu tukang gorengannya” sambil nunjuk ke si abang goreng sayang. Aku masih ketawa2 aja, trus abang gorengannya balik ke gerobak, dan bang novan yang dari raut mukanya masih ngedrop trus duduk di bawah dket gerobak hahaha..
Trus anaknya baru sadar,
“ Eh iya, kirain yang ini.. taunya ada istrinya di sebelah”
ha??*siiiiiiinggg#$%#@^%%^#$%@#$%* hahahh..

Anak ini umur berapa.. kok bisa ngomong istri-suami gini.. Aku langsung kepikiran gitu. Dari postur tubuhnya, keliatan masih kecil. Langsung aja aku tanya,
“ Dek, kelas berapa?”
“kelas dua” Jawabnya.
Trus berturut-turut satu persatu anak2 itu aku tanya kelas berapa. Lainnya ada yang kelas 5, 4. Bang novan yang kayaknya menurutku masih rada sensi soal gorengan tadi ikutan nyambung,
“ Ga naek berapa kali lu?”
Trus dijawab sama salah satu anak,
“ Naik terus, dia juga naik terus, ini nih yang ga naik..”
sambil nunjuk ke arah si bocah kelas 5 SD di sebelahku. Trus ditanya lagi,
“ Ga naik berapa kali?”
“ Dua kali” jawabnya.
Padahal dari tampang dan postur tubuh sih masih pantes buat anak kelas 5 sd kalo menurutku. Cuma mukanya terlihat lebih kalem dibanding teman-temannya. Aku menyambung lagi
“ Berarti harusnya kamu udah SMP ya?”
“ Iya kelas 1” Jawabnya.
“ Kenapa bisa ga naik? Males belajar ya?” aku tanya lagi.
“ Sekolahnya di Tugu Ibu, susah-susah pelajarannya..” jawabnya lagi.
Aku bingung tadinya, tugu ibu apaan.. ternyata itu nama sebuah SD di depok situ.
Trus mendoan dan tahu pun selesai di goreng, langsung kita bungkus n balik ke warnet, anak2 itu pun lanjut jalan lagi ke arah yang berlawanan dari mereka dateng tadi.

Anak2 ini.. ada-ada aja.
Aku mendadak kangen sama masashi, shinta-kun, dan anak2 matsura shougakkou lainnya, juga again, souma, ryouta, ryouga kun di minami tatteishi kumon. Usianya seumuran, dan biasanya kalau ada exchange gitu, aku lebih deket sama anak2 cowok daripada yang cewek2. Ahh.. aitai na minna!

Pola pikir seseorang bisa terbentuk juga dari apa yang dikonsumsi orang setiap hari. TV itu salah satu pengaruh besar bagi masyarakat sekarang, segala usia, yang rawan adalah usia2 pertumbuhan yang bisa menyerap segala sesuatu dari apa yang mereka lihat. Tapi bukan berarti yang sudah dewasa pun bisa lepas dari pengaruh, tanpa disadari itu sering membentuk pola pikir juga tingkah laku sehari-hari, sederhana dan simple saja, cara berbicara, cara melihat dan menilai orang dan lingkungan, cara menilai dan menempatkan diri sendiri, tanpa disadari kita terbawa. Anak-anak yang ikut ibunya nonton sinetron dewasa, pikirannya yang ga ruwet bisa jadi terbawa ruwet sama “konflik aneh” yang ditampilkan di sinetron itu. Belum lagi cara berbicara, ada tokoh jahat yang mulutnya judes banget misalnya, bisa ditiru, setelah itu penonton yang kesel sama si tokoh jahat ini pastinya juga akan mengumpat dengan segala sumpah serapah ngata-ngatain si tokoh ini, dan si anak mendengar, lalu mungkin nantinya terbiasa mengumpat juga.

Aku sampe mengingat-ingat n nanya Isa san di sebelah, dulu waktu masih kecil, umur berapa paham dan tau istilah suami, istri, gitu2 ya? Tapi gak inget-inget juga sampe sekarang hehe..
Tapi menurutku anak-anak sekarang lebih banyak dan lebih cepet tau hal-hal seperti itu, info cepet, media banyak dan mendukung..ya beginilah jadinya..

Cuma yang agak miris dengernya, kok bisa sampai gak naik kelas 2 kali.. aduh dek.. Sekolah dimana-mana itu ya susah, makanya harus belajar kan, kalo gara2 pelajaran susah trus jadi gak naik, waduh.. rugi waktunya juga. Tapi ya.. karena udah kejadian, mungkin untuk dia memang harus melalui proses seperti itu, yang penting, dari sekarang untuk ke depan harus lebih baik!
Seperti kata Nakase San, bosnya production yang unik, gaya rambut seperti dragon ball, orangnya nyentrik, tapi 1 hal yang aku tangkap dari dia adalah, dia orang yang gak mau mencari kesalahan orang, gak mau melihat ke belakang, yang penting adalah gimana mengatasi keadaan sekarang dan kedepannya.
Dan itu.. berlaku buat semua orang, termasuk aku, kamu, kita semua. :)

Oh iya! Tambahan cerita, sore pulang kantor, aku disambut sama si kecil Amel, anaknya bu kost yang paling kecil, umurnya 2 tahun. Dateng-dateng dia bawa beberapa buku di tangannya sambil bilang
“ Mba Neno, Amel punya buku” dengan suara beratnya dan agak ga jelas
“ Buku gambar ya Mel?” aku balik nanya
“ Buku Amel, baru “ jawabnya sambil terus meluk buku-bukunya.
Then aku masuk ke kamar naro barang-barang. Waktu keluar lagi n ketemu mami-nya, dia cerita, ternyata tadi pagi Amel ke playgroup, sama yayasannya dengan sekolah abang-abangnya di deket rumah sini. Udah sampe Playgroup, aku juga gak ngeh peris nya gimana, apa sekalian nganter abang-abangnya aja, apa emang sengaja mau liat sekolah, tapi udah sampe sana, masuk n main, trus Amelnya ga mau diajak Pulang. Jadi akhirnya langsung di masukin ke Playgroup sama mami-nya.
Hehehe.. anak itu emang udah beberapa minggu ini pengen banget sekolah, dirumah udah suka pake tas digendong kemana2, pake sepatu, Cuma kurang seragamnya aja. Kalo ditanyain mau kemana, pasti jawabannya selalu “ Mau sekolah”.
Ini mungkin ya, namanya mental anak yang siap masuk sekolah, kayak ibuku dulu pernah bilang.
Sayangnya tadi pagi aku gak sempet ketemu, n liat apa dia bener2 sekolah juga pagi ini, karena tadi rada buru2, keluar kamar aku langsung ngacir keluar rumah berangkat ke kantor.

Ahh.. anak-anak tu emang..
:)

(January 7th 2009)

Wednesday, December 31, 2008

meaningful and happy life

Gara2 bang novan bilang soal blog, dan pas main ke warnet oish, jadi lah aku membuka kembali blog ini, setelah sekian lama..
hehe.. hampir 2 bulan ya, ga update.

Sebetulnya aku sempet nulis di word waktu itu, di kantor pula nulisnya. tapi blom sempet di post, sepertinya i saved it in usb, tapi lagi males ngambilnya hehe.. padahal sekkaku ketemu internet ya.. tapi ntar aja lah, lain waktu insyaAllah bisa. Itu juga sepertinya harus di-edit dulu.

Aku baca2 sekilas lagi postingan2ku, buka di tahun 2007. I think aku cukup produktif waktu itu, dan banyak tulisan yang "berguna" sepertinya untuk dibaca hehe..
Dari ngebaca postingan2 itu, jadi agak mikir lagi, tentang hidup, hidupku waktu itu, hidupku sekarang.

Jaman jadi gakusei, sekarang pulang ke Indonesia dan lalu bekerja..

Aku jadi sering mikir lagi, sebetulnya apa ya yang aku cari? hidup ini untuk apa?
Agak susah menjelaskan kenapa aku mikir begini, tapi kira2, aku merasa ada yang mengganjal. Mungkin di pekerjaan? pola hidup? tapi seperti ada yang kurang.
Bekerja, bekerja itu untuk apa? untuk sekarang, rasanya lebih ke mencoba hal baru, belajar sesuatu, mencari pengalaman, dan untuk biaya hidup. Gak mungkin dong minta2 orang tua mulu.. sementara waktu kuliah saja bisa hidup sendiri.
Tapi mungkin memang.. somehow kurang passionate?hehe.. mungkin I find this job kurang passionate for me.

Hmm, sewaktu kuliah, karena memang jurusanku itu, dan minatnya memang itu, (jurusannya social science anyway..)trus lagi, kegiatan sehari2 selain kuliah adalah part time job, juga ikut kegiatan cultural exchange, yang dari part time job itu pun beberapa kegiatannya adalah jenis kegiatan yang aku enjoy dan menurutku passionate.
Pergi ke sekolah2 main sama anak2, becanda, bercerita tentang indonesia dan budaya.

Part time di kumon, yang walaupun secara gaji, agak lebih rendah dari standard tempat2 lain, tapi seneng.. ngoreksi kerjaan anak2, ngajak mereka ngomong sambil berlatih english, ngejawab pertanyaan mereka tentang aku, islam, dan indonesia, ndengerin cerita2 lucu mereka di tk, sd, atau smp masing2.. hari sabtu sebulan sekali ada english day, main game sama yui, rina chan, kengo kun, ryoga kun..( jadi inget, riha bilang ryoga kun jatuh cinta sama aku gara2 dia maunya ngerjain lembar matematika-nya sambil itung2an pake jariku wahahahhahaha.. ngawur kamu ha..), ada souma kun, ryouta kun, anak kelas 4 sd. trus ada grup cewek anak kls 6, (eh, sekarang kelas 6 apa udah smp ya?) yang udah mulai abg dengan cerita2nya yang selayaknya abg, udah mulai suka ama cowok, gitu2 deh.. lucu, aku sering dulu nguping cerita2 mereka, trus paling aku senyum2 sendiri. Riha juga ga ya? hehehe..

Jadi somehow aku ngerasa, hidupku dulu lebih meaningful..
Berurusan dengan anak2, yang walaupun susah, masih pada polos2, dan kebetulan anak2 jepang, yang orang jepang tu mostly orang yang baik sekali secara duniawi, jujur, professional, dan respect sama orang.
Lalu sekarang berurusan dengan orang dewasa dengan segala masalah dan tingkah polahnya, yang.. aduh ga taulah gimana, yang jelas terkadang suka bikin pusing dan gak habis pikir aja aku. Godaan untuk ghibah lebih banyak, aku sering merasa di suudzon in, tapi bisa jadi aku juga jadi suudzon ama orang ya? dengan merasa begini.. hehe.. astaghfirullah.. intinya, aku sepertinya sedang dalam posisi yang kurang nyaman.

Ah.. jadi inget roomies, Riha, Anne, kita kan kadang2 suka tiba2 bikin forum mendadak ngobrolin soal hidup ya.. hehe.. jadi inget terakhir di kotatsu dengan toilet paper warna biru itu.. sroootttt hahahahha..

Gak selamanya hidup itu nyaman dan enak, betul kan? Wish me luck, finding my meaningful and happy life. I know You hear me, Allah :).


sekkaku = mumpung? aduh..kok susah cari bahasa indonesianya..
gakusei = mahasiswa/i

Wednesday, November 26, 2008

Dia itu...

Dia itu memang ga pernah jauh dari kita ya, kita aja manusia yang neko-neko menjauh dari Dia. Waktu jaman kuliah dulu, aku merasa sering diperhatikan, diberi kemudahan buat bias tetep survive. Klasik lah, masalah mahasiswa kere, eh nggak ding, ngepas aja, jadinya mahasiswa pas-pas an duitnya yang harus bertahan hidup di negara dengan biaya hidup yang cukup tinggi.

Selama 4 tahun itu, ada.. aja rejeki yang bisa bikin bertahan. Dan cara-nya macem2, aduh, bingung deh mau njelasinnya gimana. Kadang walopun ga punya duit, tapi tetep bisa makan enak, enak banget malah, masakan Indonesia pula!hehehe.. Subhanallah ne.. (yang pernah tinggal di Beppu, tau lah ya dari siapa biasanya aku dapet supply makanan :p. Ahh.. Jazakillah Khair Bu… kangen akuuuu, I owe you many things, dan itu jelas tidak hanya soal materi,makanan, apalah itu). Yang lainnya, misalnya lagi bingung buat bayar2 sewa rumah, listrik.. gitu2 deh yang premier aja, pasti ada jalan, entah dari mana. Entah pada akhirnya aku dapet baito, dikasih baito, dan masih ada tempat ngutang!(Sumimasen deshitaaa hehehe).. tapi itulah hidup ya.. dynamic gitu, suka bikin deg-degan juga, tapi tetep bikin hidup lebih hidup! Dan aku bener-bener ngerasa kalo Dia itu sangat sering menjawab cepat do’aku apalagi yang kalo sedang kepepet! Subhanallah..

Kemarin dikantor, pagi-pagi aku agak sibuk. Rada grusa-grusu sana sini, mail sana sini, ambil dokumen, membuka PO-PO lama cari tau update barangnya sekarang gimana, tapi masih pagi itu terus kerjaan udah selese, yang aku harus lakukan sudah dilakukan, selebihnya masih harus menunggu response dari beberapa client dan section. Jadilah aku “menganggur”. Biasanya ada temen yang setiap hari bawa soal Bahasa Inggris, trus tiap pagi kita ngebahas 3 soal. Saluttt, semangat banget belajarnya! Ehehe.. jadi bisa menularkan energi positif J. Nah, 3 soal, eh.. nambah 1 pagi itu jadi 4, itu udah dibahas juga.. Jadilah.. di jam antara pagi dan siang itu.. aku tiba2 merasa useless eheheeh..

Then I talked to my friend besides me, “Aku merasa gak berguna nih, ngapain kek ya biar jadi berguna gitu…” trus kita ketawa2 awalnya, then jadi ngobrol. Nah obrolannya itu lama2 jadi ke topik yang lebih serius n berkembang kemana-mana. Indonesia, pendidikan, syiah-sunni, Amrozi cs, cerita pengalaman belajar dulu, keluarga dan komunitas sekitar, sampe soal jurusan kuliah dan kerjaan.
Walhasil, in the end of the day (sampe jam kerja aja maksudnya..) ya aku jadi merasa berguna. Memang mungkin itu hanya sebatas obrolan, wacana, bertukar pikiran, but me myself, I learned many things, many new things, I refresh some things, intinya, aku jadi berfikir lebih pada akhirnya sampai di akhir jam kerjaku.

Selanjutnya, entah kenapa hari itu jadi sangat menyenangkan, hehe.. Di loker sempet ngobrol juga dengan kembaranku, heheh aku ada kembaran lho di kantor ini.. katanya orang2 mirip banget, menurutku untuk beberapa sight memang mirip, aku aja pernah kaget haha.., dialog simple yang dimulai dari pertanyaan, “Mau kemana?” yang juga berkembang dan diakhiri dengan pembicaraan bermakna tentang anak dan orang tua. Then I went home, mampir ke mall, butuh ke ATM karena hari ini aku gajian (Yippiee alhamdulillah..), need to withdraw and transfer some money J, need to go to buy somethin’ in supermarket, baru deh pulang. Aku tu jarang ke mall, jarang beli2, jadi ini sekalinya harus beli2 gini, rasanya tu kerasa kalo aku ngurusin diriku sendiri. Abisnya selama ini kayak ga pernah men-treat diri sendiri, even buat kebutuhan primer, sebelum ngekost banyak dibawain makanan2 or kebutuhan lain, tapi itu semua dibeliin sama orang tua n tante, jadi giliran beli sendiri pake duit sendiri, rasanya akan beda kan? Hehe..

Sampe rumah, bayar kost dah hahaha.. tapi lega, udah ga ada tanggungan lagi insyaAllah untuk hidup sebulan kedepan kan? Nah trus berlanjut sampe malem, dirumah sempet ngobrol, ditawarin makan segala macem, yang aku tuh juaraaang banget keluar kamar sebenernya, pulang kerja rasanya udah capek, bawaannya pengen tiduran mulu, tapi hari itu sempet duduk di ruang tengah, maen sama anaknya bu kost yang masih 2 tahun itu, hehe.. lucu dia, cuma kalo udah pulang kerja aku suka udah tepar sih..jadi ya.. begitulah..jarang bermain-main. Trus yang ditunggu-tunggu dateng bawa mpek-mpek hehehe :p (ntar malem baru deh, sikaaaaattttt :p), trus keluar makan ber3, ngobrol panjaaaaanggg dan macem-macem topiknya, dari mulai soal ikan koi, sampe cara milih duren yang bagus haha.., otomatis.. belajar banyak hal baru lagi kan? baru deh pulang dengan perut kenyang dan hati sangat bahagia hahaha..

In the end of the day, diriku senang sekaliiii, berasa hari ini adalah “sesuatu”, dan kembali merasakan kalo hidup ini lebih hidup! Dan Dia seperti menjawab-nya dengan cepat, siang aku cuma sekali bergumam dan ngomong kalo pengen merasa lebih berguna, pengen merasa “sesuatu” dan hanya dalam hitungan detik itu terjawab bahkan sampe akhir hari itu. Ah…

(Nov 26th 2008)